Thursday, December 1, 2022

Di Kota Itu (sebuah puisi)

 

Di Kota Itu

Karya: Aprilia Ningsih

 

Menembus riuh keramaian kota

Menelusup sepi di tengah pepohonan hijau

Gerbong kereta ini menjadi teman paling setia

Menempatkanku duduk dan berdiri

Diantara desakan beragam jenis manusia

 

Di kota asing itu

Aku menghirup dalam udara yang berbeda

Dan di dalam sudut ruang yang kutempati

Aku meringkuk menangis seperti bocah lima tahun

Ternyata rindu sesakit itu, walau baru sebentar berpisah

 

Pagi hari di tanjakan jalan kabut

Aku menengadah ke putihnya langit

Menyapa Tuhan dengan seulas senyum

Lalu memantapkan langkah untuk belajar

Di kota rantau yang terlihat ramah itu

 

Kuingat masa-masa kegigihanku ditempa

Saat sakit dan tak ada yang membuatkanku bubur

Saat hujan mengguyur dan aku hanya sendirian kedinginan

Saat tak sepeserpun uang ditangan, lalu aku menahan lapar

Saat rindu akan rumah membuatku sakit dan lemah

 

Empat tahun yang berharga

Memori tentang perjuangan belajar di kota itu

Bersama orang-orang baru yang menjadi keluarga

Dan bumi bersama langit yang memelukku erat

Aku merasa semesta menggenggamku erat

 

Terima kasih Tuhanku yang Maha Baik

Untuk semua rasa teduh dan nyaman yang kau berikan

Untuk satu persatu jawaban atas pintaku

Gapai tanganku selalu saat aku tertatih

Menapaki satu demi satu fase perjuangan hidup ini

No comments:

Post a Comment

Soal PTS Genap (sebuah contoh)

PTS PPKN GENAP IX   1.Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, masyarakat Indonesia perlu berpegang kepada prinsip-prinsip persatua...