Di Kota Itu
Karya: Aprilia Ningsih
Menembus riuh keramaian kota
Menelusup sepi di tengah pepohonan hijau
Gerbong kereta ini menjadi teman paling
setia
Menempatkanku duduk dan berdiri
Diantara desakan beragam jenis manusia
Di kota asing itu
Aku menghirup dalam udara yang berbeda
Dan di dalam sudut ruang yang kutempati
Aku meringkuk menangis seperti bocah lima
tahun
Ternyata rindu sesakit itu, walau baru
sebentar berpisah
Pagi hari di tanjakan jalan kabut
Aku menengadah ke putihnya langit
Menyapa Tuhan dengan seulas senyum
Lalu memantapkan langkah untuk belajar
Di kota rantau yang terlihat ramah itu
Kuingat masa-masa kegigihanku ditempa
Saat sakit dan tak ada yang membuatkanku
bubur
Saat hujan mengguyur dan aku hanya
sendirian kedinginan
Saat tak sepeserpun uang ditangan, lalu aku
menahan lapar
Saat rindu akan rumah membuatku sakit dan
lemah
Empat tahun yang berharga
Memori tentang perjuangan belajar di kota
itu
Bersama orang-orang baru yang menjadi
keluarga
Dan bumi bersama langit yang memelukku erat
Aku merasa semesta menggenggamku erat
Terima kasih Tuhanku yang Maha Baik
Untuk semua rasa teduh dan nyaman yang kau
berikan
Untuk satu persatu jawaban atas pintaku
Gapai tanganku selalu saat aku tertatih
Menapaki satu demi satu fase perjuangan
hidup ini
No comments:
Post a Comment